MEBEL JEPARA

Produksi mebel kursi tiffany (www.murahmebel.com)

MEBEL JEPARA

Produksi aneka Kursi Single jumlah banyak (www.mebel-jepara.net)

MEBEL JEPARA

Produksi set kursi makan (www.mebel-jepara.net)

MEBEL JEPARA

Produksi mulai dari barang mentah hingga finish (chat WA 085640301418)

MEBEL JEPARA

Produksi aneka model kursi tamu sofa ukiran romawinan (chat WA 085640301418)

Showing posts with label tips mengukir kayu. Show all posts
Showing posts with label tips mengukir kayu. Show all posts

PERBEDAAN UKIRAN KAYU MODEL KRAWANGAN DAN LEMAHAN

Perbedaan Ukiran Kayu Model Krawangan Dan Lemahan
Tentu sudah  tidak asing bagi kita tetang ukiran  yang banyak disekeliling perabot rumah kita, kantor bahkan ditempat – tempat lain yang bisa anda jumpai. Berdasar dari situs wikipedia, bahwa Ukiran adalah kegiatan mengolah permukaan suatu objek trimatra dengan membuat perbedaan ketinggian dari permukaan tersebut sehingga didapat imaji tertentu. Mengukir sering dihubungkan pula dengan kegiatan memahat. Namun dua kegiatan ini berbeda, sebab memahat lebih bertujuan untuk menghasilkan benda tiga dimensi, misalnya patung. Jenis ukiran meliputi: Ukiran tulang, Ukiran es atau patung es, Ukiran gading, Ukiran batu, Ukiran kayu.

Apalagi ditempat kota saya tinggal dan dibesarkan yakni kota JEPARA yang telah lama dikenal sebagai kota ukir (sentra kerajinan ukirnya) dimana telah lahir dan muncul ratusan bahkan ribuan para penduduknya yang terlahir memiliki bakat bisa mengukir kayu dan telah diasah pula kemapuannya dengan terus mengukir dan terus menerus melakukan eksperimen mengukir kayu. Yang akan kita bicarakan disini lebih kepada mengukir berikut tehniknya seperti yang telah disampaikan situs wikipedia bahwa mengukir kepermukaan sebuah media kayu bukan memahat patung dan benda lain sebagainya. Maka tidak heran bila telah dikenal kota jepara adalah merupakan kota centra penghasil ukiran kayu. Karena memang sangat layak sebutan itu, jika kita telah tahu dan mengenal kota jepara. Hampir 80% penduduknya telah bergantung  dari pekerjaan yang berhubungan dengan kayu, mengukir, furniture, dan barang mebel. Ekonomi kebanyakan pendudukan ditopang dari hasil bidang tersebut. Jika Anda ada waktu silahkan buktikan dengan VISIT dan berkunjung langsung ke kota jepara (kota ukir), bisa juga sekalian visit ke kepualaua karimunjawa yang ada di kabupaten jepara. Yang konon ada yang mengatakan keindahan pulau karimun jawa merupakan Bali Kedua. Mungkin karena begitu menajubkan keindahan alamnya yang masih sangat alami dan kejernihan air lautnya demikia juga terumbu karang dan habitat terumbu karang yang tersebar indah di pulau karimunjawa jepara.
Media ukir yang akan kita bahas adalah khusus dimedia ukir kayu sebagai media ukirnya. Dimana kayu merupakan benda keras, kuat dan dapat diukir.

 Bahan kayu yang paling sering banyak digunakan adalah media bahan kayu jati, karena memiliki beberapa aspek yang menjadi pertimbangan banyak orang lebih memilih media kayu jati sebagai media tempat menuangkan karya ukirnya. Hal ini dapat kita bahas pada lain pembahasan berikutnya. Kembali kepada pokok yang akan kita bahas sesuai judul diatas “Perbedaan Ukiran Kayu Model Krawangan Dan Lemahanmaka berikut mari kita bahas. Apabila kita melihat dari hasil ukiran yang ada dilapangan atau yang telah banyak beredar ukiran 2 dimensi ada yang tampak berlubang diukir namun tidak sampai tembus kebelakangnya, ada juga yang tembus atau bolong diukirnya sampai kebelakangnya. Kenapa begitu? Nah ini yang disebut ukiran hasil tersebut berasal dari tehnik mengukirnya yang berbeda, sehingga hasilnya ukiran yang dihasilkan pun berbeda. untuk tehnik dasar mengukir dapat dilihat pada artikel kita sebelumnya Dasar-dasar Tehnik Dalam Proses Mengukir Kayu Untuk Furniture. Karena para pengukir melakukan proses pengukiran adalah mengikuti pola gambar atau rencana hasil ukirnya. Sehingga setelah tahu jelas maka pengukir dengan pasti melakukan pengukirannya sesuai tehniknya dan menghasilkan produk seni ukir sesuai keinginan atau pesanan.
Nah berdasar hasil ukirannya tersebut, maka dapat dijelaskan bahwa setidaknya terdapat 2 (dua) model tehnik mengukir kayu, yakni :
Model ukiran Krawangan dan model ukiran lemahan.

1.      Model ukiran krawangan, merupakan model ukiran yang tembus atau berlubang bisa dibobok dengan gergaji bobok untuk melubanginya atau dengan memakai alat ukir pahat sampai berlubang. Pola ini banyak digunakan untuk mengukir kaligrafi, barang mebel kayu (misal kursi tamu, kursi makan, tempat tidur dan lain-lain). Prosesnya adalah pertama menempelkan pola ukiran berupa kertas dimedia kayu yang akan diukir, selanjutnya dilubangi dengan mesin bobok khusus, Setelah mendapatkan pola yang telah dilubangi kasar, maka selanjutnya ditata dan dihaluskan dengan alat ukir sesuai bentuk dan kegunaan alat tersebut, sehingga sampai selesai dan terciptalah karya seni ukir kayu yang diingini. Baru hasil ukiran diberikan sentuhan penghalusan dengan amplas kayu untuk mempertegas dan mempercantik hasil ukiran. Diketahui tehnik ini lebih mudah bila dibandingkan dengan mengukir lemahan, lebih banyak orang yang mampu menguasai dapat mengukir model krawangan ini dan jauh lebih sedikit mereka yang mampu menguasai tehnih lemahan lebih – lebih lemahan 3 dimensi. 



2.  Model ukiran lemahan, yakni merupakan model ukiran tanpa ada lubang tembus  pada media ukirnya (bolong). Ukiran jenis ini murni 90% dari manual dari pahatan tangan, paling hanya beberapa persen saja dibantu alat mesin lain untuk mempermudah pembuatan polanya. Tehnik lemahan ini diketahui lebih banyak memakan waktu untuk pengerjaannya sehingga jadinya lebih lama bisa berminggu – minggu bahkan berbulan-bulan. Karena memang murni dikerjakan tangan sehingga waktu yang dibutuhkan cukup banyak disini juga melihat banyak dan sedikitnya area yang mau dikerjakan untuk diukir juga mempengaruhi waktunya.
Tapi memang telah diakui tehnik ukir lemahan lebih sulit dibandingkan dengan ukir krawangan. Ingat, bukan lemahan biasa yang kita maksud. Tehnik lemahan ini banyak digunakan untuk ukir kaligrafi , untuk relief sederhana sampai relief dengan tingkat kesulitan yang tinggi dan dibutuhkan konsentrasi dan mud tinggi untuk dapat menyelesaikannya.

Dasar - Dasar Tehnik Dalam Proses Mengukir Kayu Untuk Furniture

Sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun yang lalu telah dikenal upaya dalam membuat seni dari kayu dengan cara diukir atau dipahat. Media ukir bisa berupa batu maupun kayu. Dalam hal ini akan kita bahas tehnik dasar pengukiran dalam media kayu sebagai media ukirnya. Beberapa orang melakukannya untuk hobi dan kesenangan, ada juga yang karena tuntutan pekerjaan untuk mencari nafkah. Ada banyak cara untuk mengukir kayu, dari cara yang paling sederhana atau mengukir dengan tingkat kesulitan dan butuh penguasaan yang kompleks.
Teknik yang digunakan untuk mengukir dalam media berbahan kayu bisa dimulai dari pemotongan kayu utuh untuk dibuat pola, hingga memahat serta proses finishing. Berikut adalah beberapa teknik dasar dan cara paling mudah yang paling efektif untuk membantu Anda memulai dalam proses pengukiran kayu hingga jadi sebuah karya seni yang dapat dimanfaatkan berupa barang jadi.

Tahap pertama adalah Pemotongan Kayu dari kayu utuh
Pemotongan kayu adalah hal yang paling awal untuk untuk dilakukan yakni dipotong seukuran agar sesuai dengan benda yang bakal dibuat jadinya nanti, yakni dimaksudkan untuk membuat pola ukiran agar memudahkan dalam proses pengukiran selanjutnya. Memotong pada sebuah kayu datar untuk membuat pola ukiran sehingga tampak menjadi tiga dimensi. Proses pemotongan ini biasa dilakukan dengan sebuah gergaji manual, sengso (bahasa desanya) atau mesin. Kemudian setelah sudah dapat ukuran yang kita perlukan, lalu memotongnya secara tepat.
Tahap kedua adalah menggambar Pola Ukiran
Menggambar ukiran dengan alat gambar seperti biasa. Namun perlu diketahui bahwa kayu merupakan benda padat namun berserat. Kita harus bisa menggambar dengan alat tulis yang cukup tebal agar tidak mudah mengikis terserap kayu. Selain dengan teknik menggambar langsung, kita juga bisa menggunakan dengan teknik menempel.
Teknik ini cukup sering digunakan karena cukup mudah. Kita hanya perlu mencetah atau print out dari desain gambar ukiran atau fotonya kemudian difotocoy gambar tersebut, kemudian  menempelnya pada bilah kayu yang hendak diukir dengan menggunakan lem kertas atau lem kayu pada media ukir kayu tersebut.
Tahap ketiga adalah memilih dan menggunakan alat ukir dengan tepat
Alat ukir atau pahat diantaranya yang wajib adalah; Palu dari kayu, dan meteran adalah hal wajib yang dimiliki untuk mengukir kayu. Palu ukir biasanya terbuat dari kayu yang keras, gunanya agar tidak cepat tipis terkena pahat besi.

Untuk alat pahat biasanya terbuat dari besi yang diolah sedemikian rupa sehingga berbentuk menjadi benda runcing dan tajam untuk mengeruk dan mengolah kayu. Sedangkan meteran digunakan untuk ember jarak dan ukuran yang Kita butuhkan jika ada gambar pola atau tempelan pola ukir yang kurang jelas. Jangan sampai Kita tidak emb ember ukuran yang pas pada ukiran, karena ini akan berpengaruh pada ukiran yang sudah jadi nantinya.
Tahap keempat adalah teknik Mengukir Kayu yang kita gunakan ala Khas Jepara
Teknik mengukir kayu dibedakan menjadi 2 bagian,
Yakni yang pertama untuk ukiran dua dimensi (benda seni untuk benda pakai, seperti: kursi, meja, dipan,dll) Tehnik 2 dimensi ini terdiri dari pengolahan kayu dari sebuah papan datar dari kayu dan hanya diberi cekungan atau lekukan yang tidak terlalu dalam. Penciptaan objek ini tidak terlalu sulit, karena Kita hanya perlu meluruskan atau mengikuti pola ukiran yang sudah Kita buat sebelumnya.
Dan tehnik kedua untuk ukiran 3 dimensi (digunakan untuk ukiran seperti relung, yang diukir sampai bawah dan runcing). Untuk tehnik 3 dimensi adalah teknik yang cukup sulit dan rumit. Tehnik 3 dimensi pengerjaannya melalui pola yang sembarang dengan motif dari pengrajin ukir itu sendiri. Meskipun sudah digambar dengan pola namun hal itu tidak terlalu berpengaruh karena nantinya akan tetap di berikan sentuhan-sentuhan ukiran sepantasnya. Tetapi tentunya dengan kreasi-kreasi terbaik yang sudah dipunyai seniman ukir tersebut

Teknik Finishing Ukiran Kayu Khas Jepara
Cara memfinishing ukiran yang sudah jadi memerlukan ketelitian dan keahlian tersendiri. Proses akhir ini yang akan menjadikan ukiran itu terliat baik atau biasa saja. Kita harus pintar dan jeli memilih pengerjaan finishing untuk ukiran Kita. Dalam proses pengerjaan finishing 2 dimensi, amplas dan bahan warna kayu cukup mendominasi.
Misal benda pakai seperti meja dan kursi, Kita hanya perlu menghaluskan lalu kemudian mewarnai agar menjadi indah. Sedangkan untuk proses finishing 3 dimensi Kita perlu tehnik yang lebih. Terkadang pengrajin ukiran 3 dimensi tidak perlu bahan warna untuk ukirannya, hal ini dilakukan agar ukiran terlihat tetap alami. Atau kalau memang diperlukan bahan warna, Kita bisa memilih warna-warna natural. Karena warna natural akan tetap menonjolkan sisi keindahan asli kayu. Beberapa seniman ukir ukir dijepara malah hanya mewarnai bingkai pada ukiran 3 dimensi.
Demikian sekilas semoga bermanfaat.
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com