MEBEL JEPARA

Produksi mebel kursi tiffany (www.murahmebel.com)

MEBEL JEPARA

Produksi aneka Kursi Single jumlah banyak (www.mebel-jepara.net)

MEBEL JEPARA

Produksi set kursi makan (www.mebel-jepara.net)

MEBEL JEPARA

Produksi mulai dari barang mentah hingga finish (chat WA 085640301418)

MEBEL JEPARA

Produksi aneka model kursi tamu sofa ukiran romawinan (chat WA 085640301418)

KURSI TIFFANY JEPARA DARI KAYU

Kursi tiffany yang terbuat dari kayu (bukan dari bahan logam/ besi) ternyata di kota jepara (jawa tengah – indonesia) yang notabenya adalah kota yang terkenal dengan hasil seninya dari kayu baik itu ukiran maupun hasil kerajinan macam souvenir dan mebel atau barang furniture nya yang dari kayu itu. Ternyata daerah jepara merupakan kota produsen mebel kayu kursi tiffany (tiffany chair) yakni kuri yang mirip batang bambu kecil yang terdapat geratan ros macam batang bambu (ada juga yang menamai atau menyebutnya sebagai kursi bambu). Kursi bambu tiffany ini dibuat menggunakan material kayu solid (benar kayu asli bukan kayu hasil olahan), yakni menggunakan bahan kayu mahogany (mahoni) ada juga yang membuatnya dari kayu jati, namun kebanyakan rata2 produksinya memakai bahan kayu mahoni solid. Walaupun ada juga sebagian produsen yang membuatnya pada bagian dudukan kursinya menggunakan bahan kayu olahan macam triplek tebal atau MDF maupun HPL. Untuk di kami sendiri kursi tiffany jepara (MEBEL JEPARA), kami memproduksinya menggunakan bahan kayu mahoni solid FULL. Mengingat untuk kualitas dan ketahanannya agar kuat dipakai lama.
Adapun biasanya kursi tiffany kayu ini biasa dipakai untuk acara – acara penting dan melibatkan banyak tamu undangan, sehingga memerlukan banyak tempat duduk, atau untuk acara akad pernikahan dimana terdapat satu meja khusus untuk acara akad nikah dimana memakai kursi tiffany sebagai tempat duduknya, biasanya hanya berkisar 6 sampai 10 tempat duduk saja pada acara tersebut. Juga tidak sedikit mereka yang mmpersewakan kursi tiffany ini, karena kebutuhan pakainya hanya untuk waktu acara tersebut saja, maka tentu akan lebih hemat jika kursinya dari sewa saja, kisaran harga sewa perbijinya bergantung pada tarif masing masing perusahaan atau pemilik alat kursi tiffany tersebut. Bagai Anda yang sedang merintis bisnis usahan persewaan kursi atau sudah menjalankannya namun belum memiliki kursi tersebut untuk disewakan dan diambil keuntungannya maka tidak salah jika Anda melakukan pembelian dan pemesanannya di kami. Harga yang akan kita berikan cukup mengikuti harga pasaran pada umumnya, dengan kualitas hasil kursi yang kami produksi dapat dibandingkan keunggulannya dari produk kami.
Kursi tiffany memiliki varian warna pada umumnya, itu bergantung dari permintaan konsumennya pada waktu memproduksinya. Karena kami sebagai produsen dapat mengaplikasikan semua model warna apapun permintaan konsumen. Namun yang paling sering dan palin banyak warna yang diminta konsumen adalah kursi tiffany warna putih (white), berikutnya warna emas (gold), berikutnya warna silver, berikutnya warna Pink, berikutnya warna hitam, dan berikutnya warna-warna yang lain, ada juga yang warna natural kayu.
Kami yang berlokasi di jepara dan beroprasi produksinya juga di kota jepara ini juga dikenal daerah industri mebel dan furniture kayunya juga hasil ukiran kayunya tentu tidaklah sulit untuk memproduksi dan mengadakan permintaan pesanan kursi tiffany tersebut. Kami lebih suka menerima pesanan dengan jumlah banyak (lebih dari 100 pcs) sekali pesan, namun kami juga tidak serta merta dan mau menerima pula pesanan eceran beberapa biji saja permintaan kursi tiffany tersebut. Kita tetap berupaya melayani semua permintaan yang masuk. Kecuali ketika kita pertimbangkan terlalu padat jadwal produksi pesanan kita, maka dengan berat hati kami tidak bisa menerima pesanan lebih dibelakangnya. Kecuali pihak pemesanan bersedia menunggu agak sedikit lama mengingat mengikuti jadwal antrian pesanan sebelumnya.
Kursi tiffany jepara dikenal bagus dan kuat hasil produksinya, tentu tidak diragukan lagi akan nama dan kepopuleran mebel jepara, disamping kontruksi yang kokoh tetap tidak menghilangkan nilai keindahannya sesuai bentuk dan desian kursi tiffany tersebut.
Adapun mereka para konsumen yang telah mepercayakan pengadaan produksi kursi tiffany nya tersebut berasal dari berbagai wilayah di nusantara, mulai dari jawa tengah (semarang dan sekitarnya), jawa timur (surabaya), jawa barat (bandung dan sekitarnya),pulau sumatra (palembang, lampung, medan, aceh), pulau sulawesi (makassar dan sekitarnya), pulau kalimantan (samarinda, balikpapan, dan sekitarnya), dan lain – lain. Adanya juga untuk permintaan export dikirim ke luar indonesia. Namun sejauh ini semakin lebih banyak permintaan kursi tiffany dari dalam negeri (dari berbagai wilayah nusantara Indonesia).
Demikian sekilas mengenai Kursi Tiffany Jepara yang kami produksinya menggunakan bahan kayu.

Barang Furniture dan Mebel Kayu: Istilah Furniture dan Bahan Kayu Sebagai Bahan Bak...


Barang Furniture dan Mebel Kayu: Istilah Furniture dan Bahan Kayu Sebagai Bahan Baku  Furniture adalah istilah yang digunakan untuk perabot rumah tangga yang berfungsi sebagai tempat penyimpan barang, tempat duduk, tempat ti lengkapnya artikel dapat lihat disini

Barang Furniture dan Mebel Kayu: PERBEDAAN UKIRAN KAYU MODEL KRAWANGAN DAN LEMAHAN

http://www.mebel-jepara.net
Barang Furniture dan Mebel Kayu: PERBEDAAN UKIRAN KAYU MODEL KRAWANGAN DAN LEMAHAN: Perbeda an Ukiran Kayu Model Krawangan Dan Lemahan Tentu sudah   tidak asing bagi kita tetang ukiran   yang banyak disekeliling perabot. perbedaan lengkapnya dapat dilihat disini.

PERBEDAAN UKIRAN KAYU MODEL KRAWANGAN DAN LEMAHAN

Perbedaan Ukiran Kayu Model Krawangan Dan Lemahan
Tentu sudah  tidak asing bagi kita tetang ukiran  yang banyak disekeliling perabot rumah kita, kantor bahkan ditempat – tempat lain yang bisa anda jumpai. Berdasar dari situs wikipedia, bahwa Ukiran adalah kegiatan mengolah permukaan suatu objek trimatra dengan membuat perbedaan ketinggian dari permukaan tersebut sehingga didapat imaji tertentu. Mengukir sering dihubungkan pula dengan kegiatan memahat. Namun dua kegiatan ini berbeda, sebab memahat lebih bertujuan untuk menghasilkan benda tiga dimensi, misalnya patung. Jenis ukiran meliputi: Ukiran tulang, Ukiran es atau patung es, Ukiran gading, Ukiran batu, Ukiran kayu.

Apalagi ditempat kota saya tinggal dan dibesarkan yakni kota JEPARA yang telah lama dikenal sebagai kota ukir (sentra kerajinan ukirnya) dimana telah lahir dan muncul ratusan bahkan ribuan para penduduknya yang terlahir memiliki bakat bisa mengukir kayu dan telah diasah pula kemapuannya dengan terus mengukir dan terus menerus melakukan eksperimen mengukir kayu. Yang akan kita bicarakan disini lebih kepada mengukir berikut tehniknya seperti yang telah disampaikan situs wikipedia bahwa mengukir kepermukaan sebuah media kayu bukan memahat patung dan benda lain sebagainya. Maka tidak heran bila telah dikenal kota jepara adalah merupakan kota centra penghasil ukiran kayu. Karena memang sangat layak sebutan itu, jika kita telah tahu dan mengenal kota jepara. Hampir 80% penduduknya telah bergantung  dari pekerjaan yang berhubungan dengan kayu, mengukir, furniture, dan barang mebel. Ekonomi kebanyakan pendudukan ditopang dari hasil bidang tersebut. Jika Anda ada waktu silahkan buktikan dengan VISIT dan berkunjung langsung ke kota jepara (kota ukir), bisa juga sekalian visit ke kepualaua karimunjawa yang ada di kabupaten jepara. Yang konon ada yang mengatakan keindahan pulau karimun jawa merupakan Bali Kedua. Mungkin karena begitu menajubkan keindahan alamnya yang masih sangat alami dan kejernihan air lautnya demikia juga terumbu karang dan habitat terumbu karang yang tersebar indah di pulau karimunjawa jepara.
Media ukir yang akan kita bahas adalah khusus dimedia ukir kayu sebagai media ukirnya. Dimana kayu merupakan benda keras, kuat dan dapat diukir.

 Bahan kayu yang paling sering banyak digunakan adalah media bahan kayu jati, karena memiliki beberapa aspek yang menjadi pertimbangan banyak orang lebih memilih media kayu jati sebagai media tempat menuangkan karya ukirnya. Hal ini dapat kita bahas pada lain pembahasan berikutnya. Kembali kepada pokok yang akan kita bahas sesuai judul diatas “Perbedaan Ukiran Kayu Model Krawangan Dan Lemahanmaka berikut mari kita bahas. Apabila kita melihat dari hasil ukiran yang ada dilapangan atau yang telah banyak beredar ukiran 2 dimensi ada yang tampak berlubang diukir namun tidak sampai tembus kebelakangnya, ada juga yang tembus atau bolong diukirnya sampai kebelakangnya. Kenapa begitu? Nah ini yang disebut ukiran hasil tersebut berasal dari tehnik mengukirnya yang berbeda, sehingga hasilnya ukiran yang dihasilkan pun berbeda. untuk tehnik dasar mengukir dapat dilihat pada artikel kita sebelumnya Dasar-dasar Tehnik Dalam Proses Mengukir Kayu Untuk Furniture. Karena para pengukir melakukan proses pengukiran adalah mengikuti pola gambar atau rencana hasil ukirnya. Sehingga setelah tahu jelas maka pengukir dengan pasti melakukan pengukirannya sesuai tehniknya dan menghasilkan produk seni ukir sesuai keinginan atau pesanan.
Nah berdasar hasil ukirannya tersebut, maka dapat dijelaskan bahwa setidaknya terdapat 2 (dua) model tehnik mengukir kayu, yakni :
Model ukiran Krawangan dan model ukiran lemahan.

1.      Model ukiran krawangan, merupakan model ukiran yang tembus atau berlubang bisa dibobok dengan gergaji bobok untuk melubanginya atau dengan memakai alat ukir pahat sampai berlubang. Pola ini banyak digunakan untuk mengukir kaligrafi, barang mebel kayu (misal kursi tamu, kursi makan, tempat tidur dan lain-lain). Prosesnya adalah pertama menempelkan pola ukiran berupa kertas dimedia kayu yang akan diukir, selanjutnya dilubangi dengan mesin bobok khusus, Setelah mendapatkan pola yang telah dilubangi kasar, maka selanjutnya ditata dan dihaluskan dengan alat ukir sesuai bentuk dan kegunaan alat tersebut, sehingga sampai selesai dan terciptalah karya seni ukir kayu yang diingini. Baru hasil ukiran diberikan sentuhan penghalusan dengan amplas kayu untuk mempertegas dan mempercantik hasil ukiran. Diketahui tehnik ini lebih mudah bila dibandingkan dengan mengukir lemahan, lebih banyak orang yang mampu menguasai dapat mengukir model krawangan ini dan jauh lebih sedikit mereka yang mampu menguasai tehnih lemahan lebih – lebih lemahan 3 dimensi. 



2.  Model ukiran lemahan, yakni merupakan model ukiran tanpa ada lubang tembus  pada media ukirnya (bolong). Ukiran jenis ini murni 90% dari manual dari pahatan tangan, paling hanya beberapa persen saja dibantu alat mesin lain untuk mempermudah pembuatan polanya. Tehnik lemahan ini diketahui lebih banyak memakan waktu untuk pengerjaannya sehingga jadinya lebih lama bisa berminggu – minggu bahkan berbulan-bulan. Karena memang murni dikerjakan tangan sehingga waktu yang dibutuhkan cukup banyak disini juga melihat banyak dan sedikitnya area yang mau dikerjakan untuk diukir juga mempengaruhi waktunya.
Tapi memang telah diakui tehnik ukir lemahan lebih sulit dibandingkan dengan ukir krawangan. Ingat, bukan lemahan biasa yang kita maksud. Tehnik lemahan ini banyak digunakan untuk ukir kaligrafi , untuk relief sederhana sampai relief dengan tingkat kesulitan yang tinggi dan dibutuhkan konsentrasi dan mud tinggi untuk dapat menyelesaikannya.

7 (Tujuh Trik dan Tips Untuk Menigkatkan Pemasaran Produk Meubel atau Furniture

Dalam usaha apapun baik dibidang produksi, transportasi (distribusi), maupun pemasaran (marketing) tentu akan ada yang namanya mengalami pasang surut sebuah usaha tersebut. Tentu dengan banyak faktor penyebabnya dan semua itu bergantung pada banyak aspek.
Dalam hal ini tentu terjadi pula pada titik bisnis atau usaha pemasaran atau perdagangan dan penjualan sebuah produk, baik itu hasil produksi sendiri maupun hasil dari produksi perusahaan lain atau orang lain.
Dalam postingan artikel berikut ini, kami akan menyampaikan 7 (tujuh) trik atau tips untuk meningkatkan pemasaran produk khususnya produk meubel atau furniture.
Karena kami tinggal di lokasi kabupaten jepara – jawa tengah, dimana 80% lebih perekonomian masyarakat ditopang dari hasil produksi dan penjualan furniture, maka tidak ada salahnya ketika kami coba membahas tips dan trik penjualan furniture ini.
tips dan trik tersebut adalah sebagai berikut :

1.      Menentukan target Pasar yang akan kita bidik secara jelas.
Hal ini sangat amatlah penting untuk menetukan target pasar kita atau konsumen yang akan kita bidik untuk membeli furniture mebel yang akan kita jual. Kenapa begitu, karena dengan kita telah menentukan dan mengetahui secara pasti target pasar kita, maka dapat diiringi dengan mudah pula kita mentukan lokasi dan barang atau kualitas barang yang musti kita jual (karena setelah kita tahu jelas target kita, maka secara tidak langsung akan mengetahui perkiraan kebutuhan mebel mereka dan seberapa besar kocek dan selera mereka).
Misal target kita adalah kalangan menengah kebawah, tentu hal yang paling kita perhatikan adalah soal harga yang murah dan bentuk barang yang sesuai dengan kebutuhannya. Soal kualitas biasanya jadi nomer yang kedua karena melihat kemampuan kocek (keuangan). Walaupun ada sebagian orang yang maunya cari barang yang murah namun kualitas paling bagus. Secara logika umumnya barang mahal identik dengan barang bagus dan kualitas yang bagus pula.

2.      Menentukan lokasi yang cukup strategis dan merupakan jangkauan pasarnya.
Lokasi pemasaran juga perlu kita perhatikan, dimana ketika misal mau mendirikan toko atau shoowroom mebel hal ini perlu diperhatikan, jangan sampai kita salah dalam memilih lokasi sebagai tempat memajang dan memasarkan produk kita. Perlu adanya pertimbangan keramaian jalur hilir mudik lalu lintas orang, harga sewanya juga, kebersihan dan kenyamanan tempat atau lokasi, serta keamanannya.

3.      Melakukan promosi (menyampaikan kepada publik) akan produk yang kita jual.
Hal ini sebenarnya amatlah penting, namun pada kenyataannya banyak yang beranggapan promosi tidaklah terlalu penting dan mengabaikannya dengan dalih biaya promosi itu mahal dan tinggi.
Namun coba kita tengok dan berfikir sejenak kenapa ada orang yang beriklan di televisi di surat kabar, radio dan diinternet, biaya iklan yang mereka keluarkan tentu tidaklah sedikit. Karena apa?
Karena mereka punya keyakinan dan beranggapan bahwa “punya produk tanpa kita promosikan dan kita beritahukan kepada orang banyak itu sama saja omong kosong”. Kenapa begitu?
Dengan kita perkenalkan produk yang kita jual atau apa saja keahlian yang dibisa tentu orang lain akan menjadi tahu, dan sewaktu waktu mereka membutuhkan hal yang berkaitan dengan itu maka akan menghubungi atau mencari produk anda. Jadi sebaiknya mulai sekarang anggarkan untuk pengeluaran buat promosi dan memperkenalkan produk. Dengan kita telah punya anggaran tersebut maka tidak berat untuk mengeluarkannya, karena sudah masuk dalam pos anggaran usaha operasional.
Beriklan untuk promosi tidak harus dengan biaya mahal, carilah tempat promosi yang murah dan mampu diterima serta didengar banyak orang misal lewat internet dengan memanfaatkan sosial media facebook atau twiter. Melalui sosial media ini kita telah banyak orang yang melakukan pemasaran produk atau jasanya disitu dengan biaya murah, bahkan gratis.

4.      Buatlah toko atau showwroom yang menarik luas cukup dan banyak jenis yang dijual.
Semakin banyak macam jenis model yang dipajang maka orang akan dapat memilih dan menetukan pilihannya tanpa perlu pindah ketoko lain untuk mendapatkannya, karena dalam toko showwroom yang kita kelola sudah cukup lengkap dan mampu mengadakannya. Dengan penataan tempat yang menarik, bersih dan mudah untuk melihat lihatnya akan menambah nilai plus dan kenyamanan pembeli ketika berkunjung. Rasa nyaman pembeli ditoko kita merupakan hal yang penting.

5.      Kuasai dengan cermat dan diluar kepala tentang product of knowledge
Dengan kita mengetahui atau memiliki kemampuan secara lebih spesifik tentag produk yang kita pasarkan, maka akan dengan mudah untuk menjawab setiap pertanyaan para calon pembeli yang datang dan bertanya tentang produk kita. Kenapa? Karena hal ini akan memcerminkan profesionalitas anda dalam bidang usaha anda tersebut. Namun bila jawaban anda kurang bagus dan pembeli tidak merasa puas akan jawaban anda berakibat pada penilaiannya untuk melakukan transaksi pembelian ditoko anda. Maka pengetahuan akan produk secara detil perlu.

6.      Memberikan harga yang standart, artinya tidak terlalu mahal namun tetap mendapat keuntungan standart.
Soal harga ini menjadi salah satu faktor penting bagi calon pembeli disamping soal kualitas yang dimau. Tentu kebanyakan orang senantiasa mencari harga yang murah dengan kualiatas barang yang sesuai harapan. Maka hal ini perlu kita pertimbangkan dengan memberikan harga yang cukup bersahabat.

7.      Berlaku Jujur dan terbuka kepada customer
Jujur dan perdagangan adalah kunci, hal ini juga telah diajarkan kepada kita orang (muslim) oleh Rosul Muhammad dimana jujur dalam berdagang itu kunci.
Jangan sampai kita berlaku membohongi pembeli atau bermain curang.
Sekali saja pembeli merasa telah dibohongi maka selamanya toko akan dicap berbohong dan tidak bagus. Namun jika sebaliknya pembeli merasa puas, maka besoknya akan datang lagi bahkan mereferensikan pada temannya yang lain. Buat loyalitas pembeli merupakan hal yang perlu kita perhitungkan.

Demikian 7 (tujuh) tips dan trik untuk meningkatkan pemasaran produk furniture dan barang mebel.
Semoga bermanfaat.

TEHNIK FINISHING FURNITURE KAYU MENGGUNAKAN SENDING DAN MELAMIN

Tehnik Finishing Furniture Kayu Menggunakan Sending Dan Melamin

Tentu kita telah mengetahui bahwa barang furniture atau meubel kayu ketika asih berupa mentah (atau belum difinish) walaupun sudah berupa barang jadi yang bisa digunakan sesuai fungsi dan kegunaannya, tentu masih sepat dan masih kurang enak dipandang mata. Walaupun sudah dihaluskan sekalipun tetap dipandang masih kurang sedap.
Maka dari ini perlu dilakukan upaya untuk proses akhir dari sebuah produksi furniture agar jadi barag jadi dan siap pakai sesuai fungsi. Sehingga diperlukan sebuah proses perlakuan khusus yakni sebuah proses FINISHING.
Dalam perkembangannya seiring dengan perkembangan teknonogi pengetahuan dan penemuan bahan bahan finishing setidaknya sudah terdapat tiga macam tehnik pola dasar dan finishing meuble maupun furniture.

Yang pertama adalah pola finishing klasik,
dimana pola ini merupakan pola tempo dulu yang telah banyak dikenal dan telah lazim digunakan dalam melakukan proses finising kayu. Yakni dengan menggunakan bahan dasar politur dan campuran spritus atau minyak tanah sebagai campuran pengencarnya. Dan pola aplikasi pada kayu dengan dikuas dan dilap menggunakan kain bersih. Hanya dengan satu sampai 3 kali proses yang sama finishing furniture sudah selesai dan tampak terlihat kinclong. Warna finishing yang dipakai biasanya adalah untuk warna warna natural kayu untuk politure ini.

Proses finishing Politur
Proses finishing ini amatnya cukup sederhana, mulai dari kayu mentah berupa barang jadi kemudian dihaluskan dengan alat gerindra dan amplas. Kemudian setelah cukup halus langsung bisa diwarna menggunakan bahan politur campuran yang telah sebelumnya dicampur terlebih dahulu menggunakan kuas atau kain halus. Dilakukan berulang beberapa kali sampai warna yang diinginkan sesuai. Ditunggu sampai kering dan finishing sudah selsai barang sudah bisa dipakai.


Yang kedua adalah pola finishing bakar
Dimana pola model finishing ini memerlukan alat pembakar berupa alat khusus untuk mengeluarkan gas dan disulut api dapat mengeluarkan api yang menyala dan dapat diatur besar kecilnya api, bayangkan saya hampir seperti apinya tukang las karbit.
Proses finishing bakar ini pun cukup simple, mulai dari barang jadi mentah kemudian langsung dilakukan proses pembakaran api panas sampai pori pori kayu terbakar dan keluar terlihat jelas pori porinya. Proses ini dilakukan kepada semua bagian yang hendak difinishing, kemudian setelah hangus dan terbakar bagian luar kayu kemudian dibersihkan menggunakan alat pembersih macam sikat, air dan sebagainya agar bekasnya terlihat bersih dan urat kayu tampak muncul.
Setelah semua bersih kemudian dikuaskan cat encer ke seluruh permukaan kayu dan dilap menggunakan kain sehingga cat nampak masuk kedalam serat urat kayu. Tahapini dilakukan beberapa kali sampai sesuai dengan yang diinginkan tampak halus dan licin dan serat kayu nampak hidup.
Selanjutnya adalah variarasi warna warna terang seperti motif warna bunga dicat warna warni dan sebagainya sampai semuanya selesai. Tahap akhirnya adalah sebagai tahap lapisan akhir agar tampak halus dan mengkilap menggunakan bahan selo yang sebelumnya telah dicairkan dengan campuran bensin selama semalaman, bisa dilakukan dengan cara dikuas atau dilap.


Yang ketiga adalah pola finishing sending dan melamin
Dimana pola finishing ini adalah merupakan pola finishing yang cukup banyak memakan tahapan prosesnya sehingga menjadikan lama waktu pengerjaannya. Namun hasilnya cukup memuaskan dengan setimpal dari lama prosesnya.
Pola finishing melamin dan sending ini cukup banyak diminati dan disukai para custtomer penguna barang furniture dan meubel dibanding pola yang lain.

Namun perlu diketahui bahwa biaya pola finishing ini cukup banyak menghabiskan biaya. Proses yang pertama adalah mulai dari barang jadi mentah kemudian dihaluskan dengan proses amplas dan gerindra amplas diulang lagi dengan mesin amplas sampai kayu benar benar halus. Kemudian dilanjutkan proses berikutnya tahap penyemprotan awal dengan bahan sending sebagai dasaran yeng telah terlebih dahulu bahan dicampur dengan thinner sebagai pengencernya. Kemudian bahan cair tersebut disemprotkan dengan alat sprayer penyembur angin dari kompresor atau alat sejenisnya keseluruh permukaan barang kayu tersebut, setelah agak kering diulang lagi sampai ketebalan dan kerataannya sesuai keinginan. Proses ini dimaksudkan dengan tujuan untuk menutup pori pori kayu tertutup rapat dan nampak tidak berlubang serat2 kayunya.

Kemudian setelah kering, tahap selanjutnya adalah proses penambalan (pendempulan) yakni dengan cara menambal bagian kayu yang rusak, berlubang, mata kayu, dan lain lain agar tampak rata dan tidak ada cacat kayu lagi. Kemudian baru dilakukan pengamplasan halus menggunakan manual tangan agar hasil penghalusan amplasan maksimal dan bekas bahan sending tersapu secara halus.
Setelah tahap penghalusan selesai, masuk tahap pewarnaan. Dimana warna sesuai warna yang diinginkan dan telah dicampur dan diencerkan dengan bahan thiner serta bahan racikan yang lain. Bahan warna kayu tersebut kemudian dismprotkan menggunakan sprayer keseluruh permukaan kayu. Proses ini perlu keahlian khusus dan pengalaman mengantur warna yang diinginkan. Dilakukan beberapa kali sampai sesuai.

Berikutnya adalah penghalusan kembali dengan diamplas halus semua bekas warna tersebut untuk nantinya ditimpa bahan selanjutnya. Selanjutnya adalah proses penggebyuran menggunakan bahan campuran sending agar bekas warna tampak halus dan tertutup rapat nampak tebal dan terang warnanya. Kemudian setelah kering dihaluskan kembali tipis tipis secara merata.
Proses akhirnya adalah proses pen top coatan. Yakni proses penyemprotan dengan menggunakan bahan melamin murni dicampur dengan pengencer thiner keseluruh bagian yang telah diwarna tersebut. Dilakukan sampai beberapa lapis sampai merata dan sesuai keinginan.



Tips Cara Merawat Furniture Kayu Agar Tetap Bersih Awet, Kinclong dan Tampak Tetap Baru

Bagaimana cara perawatan barang Furniture agar tetep bersih dan awet tahan lama? Mungkin hal ini pernah melintas dalam pikiran anda yang memiliki beragam produk mebel atau furniture yang terbuat dari bahan kayu contoh seperti kebanyakan prouk furniture yang didatangkan dari Jepara. Barang Furniture yang terbuat dari kayu dari jepara sudah terkenal akan ketahanan dan warnanya yang memberi kesan mewah dan berkelas. Namun karena Mebel kayu dari Jepara karena pengaruh lingkungan seperti perubahan cuaca, kelembaban udara, debu, dan lain-lain, mengakibatkan barang mebel Jepara  Furniture jati anda yang dulu ketika dibeli begitu indah kini menjadi kusam seperti kehilangan “auranya”. Mungkin kita pernah mengalami hal ini ? berikut akan kami berikan beberapa tips bagaimana cara merawat barang mebel yang baik. Diantaranya sebagai berikut :

Tahap pertama adalah Persiapan.
Siapkan kuas halus yang ukuran kecil, dan besar (yang kecil digunakan untuk membersihkan sela-sela barang furniture misal ukiran yang terdapat lubang atau lekukan lekukan yang sulit dijangkau yang sering ditempati debu-debu, kuas besar digunakan untuk membersihkan debu2 yang menempel diarea terbuka sehingga lebih mudah dan secara cepat untuk membersihkannya.) Selanjutnya pakai kuas tersebut untuk membersihkan sela-sela dengan menyapukannya di tempat yang susah dijangkau dengan kain. sapukan dengan halus dan merata sampai bersih.

Tahap Kedua
Semprotkan cairan polis furniture misal (pledge) atau merk polis furniture yang lain terdapat banyak dipasaran,  ke permukaan barang mebel dan sela-sela produk furniture tersebut dan jangan terlalu berlebihan atau kebanyakan dikira kira pas saja.

Tahap Ketiga
Kemudian selanjutnya gunakan kain lap bersih untuk mengelap permukaan yang telah disemprot tadi dengan menggunakan kain lap atau ball (bisa dibeli di toko material) kemudian biarkan hingga kering secara merata kesemua bagian.


Tahap Keempat
Lihat hasilnya, mebel anda kembali bercahaya dan seperti baru kembali. Dan debu akan akan berkurang kembali menempel lagi, dan berikutnya pun dapat dibersikan dengan mudah.

Tahap Terakhir
Bersihkan mebel anda dengan cara diatas secara kontinue, paling tidak seminggu sekali.
Untuk pembersihan harian cukup permukaan mebel anda sapu dengan kemoceng (bulu ayam) atau sulak pembersih debu. Baiknya yang terbuat dari bulu ayam, karena selain lembut dan tidak menimbulkan efek goresan juga lebih mampu menjangkau sela sela lebih baik secara merata.
Demikian tips merawat barang furniture dan mebel yang terbuat dari bahan kayu.
Semoga bermanfaat.
Salam.

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com